Kembali ke Halaman Muka

♪♥♫ Malamku Untuk Ilmu ♪♥♫

♪♥♫ Malamku Untuk Ilmu ♪♥♫ Jakarta, 10 Februari 2010. Bismillaahir rohmanir rohiim... :) Hnghhh... (senyum dan helaan nafas bahagia) Malam-malamku untuk merajut ilmu pengetahuan yang kupetik, menjauhi pria yang sekadar iseng dan bertaburan kata-kata 'kosong'. Aku mondar-mandir untuk menyelesaikan masalah sulit, lebih menggoda daripada ketampanan dan harta bendanya. Bunyi 'tuts keyboard" oleh sentuhan jemariku yang menari-nari di atasnya, lebih romantis daripada sekadar perhatian dan kekasih. Bagiku lebih indah berada di tengah-tengah saudara-saudariku yang sedang terpuruk, daripada mengikuti kecenderungan sejenisku menghabiskan harinya dengan bersolek dan keluyuran di mall atau keriaan lainnya. Wahai yang berusaha mencapai kedudukanku lewat angannya... Sungguh jauh jarak antara orang yang 'diam' dan yang naik..! Apakah aku yang tidak tidur selama dua purnama, dan engkau yang tidur nyenyak akan menyamai 'derajatku'...? Duhai engkau pemilik hati yang 'mengatakan' berkeinginan selamat, sudikah dirimu kuajak bergabung untuk mengarungi perkara besar ini...? Sadarilah dengan sepenuh hatimu wahai calon bidadari Jannah, bahwa hasil akhir itu berdasarkan apa yang sebelumnya engkau upayakan dengan istiqomah. Maka kegemilangan dunia dan akhirat pun insyaAllah akan bergulir atas izin-Nya... Barakallaahu fiikum, Wassalamu'alaykum wr.wb. ~Jeanny Dive~ POST SCRIPT :) Ketika bidadari Jannah "mengepakkan sayapnya" di alam raya, maka pesona dan keharumannya, membuat debaran jantung, terdengar hingga di pulau seberang... Tidakkah engkau dan kamu menginginkannya... ?

Kamis, 22 Oktober 2009

Prinsip Ukhuwah Islamiyah



Prinsip Ukhuwah Islamiyah


Sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi utusan Allah SWT kondisi masyarakaat Arab Jahiliyah saat itu, sangat menyedihkan perang antar suku selalu berkecamuk, tanpa ada yang menghentikan. Masyarakat yang lemah menjadi santapan penindasan bagi kaum yang kuat. Para pemuka masyarakatnya saling menghina dan mencaci-maki dengan keahlian silat lidah mereka. Ghibah, fitnah dan lain sebagainya sudah tidak ada batasnya. Belum ada agama yang dapat menghalanginya. Tidak ada aturan dan hukum yang dapat mencegahnya. Dan bahkan rasa kemanusiaan pun hampir punah dan sirna dari jiwa mereka. Begitulah keadaan mereka, kerusakan dan kehancuran jiwa dan raga menimpa mereka. Perpecahan dan pertikaian sudah menjadi hal yang biasa, dalam kondisi yang gelap seperti ini datanglah cahaya Islam yang menerangi mereka sehingga seluruh negeri Arab mendapat kedamaian, persaudaraan dan persatuan. Hati mereka yang kotor , penuh dengan kedengkian dan permusuhan berganti dengan keikhlasan dan kasih sayang.

Keadaan seperti tersebut diatas, digambarkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

Artinya : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara , kamu telah berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkanmu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (QS.3 Ali-Imran: 103).

Agama Islam adalah satu-satunya agama yang paling kokoh yang dapat mewujudkan persatuan dan persaudaraan umat Islam pada khususnya dan umat manusia di muka bumi ini pada umumnya. Sebab Islam sangat menganjurkan kepada seluruh umat manusia yang hidup di dunia ini untuk saling kasih mengasihi, sayang menyayangi tidak terbatas hanya antara satu golongan atau satu suku saja, tetapi antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain, dan bahkan umat manusia diperintahkan untuk menyayangi seluruh makhluk Allah, termasuk hewan, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.

Oleh sebab itu, kita sebagai penganut agama Islam harus mampu memperlihatkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama persatuan dan persaudaraan untuk semua umat manusia di muka bumi ini. Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk mencintai dan mempertahankan, serta memelihara negara, mempersatukan umat dan membangun masyarakat. Sebagai contoh yang dapat kita ambil adalah, bahwa Rasulullah SAW, beliau adalah seorang pemimpin dan negarawan yang telah berhasil menyatukan berbagai golongan masyarakat yang sejak berpuluh-puluh tahun saling bermusuhan. Namun berkat kepemimpinan Rasulullah SAW sehingga terjalinlah persatuan dan persaudaraan sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

Artinya : “Seorang mukmin dalam persatuan dan kasih sayangnya bagaikan tubuh yang satu tubuhnya merasa sakit, maka akan dirasakan oleh seluruh tubuhnya”. (HR. Bukhari).

Firman Allah SWT :

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”. (QS. al-Hujarat :10).

Untuk menghadapi dan sekaligus mengatasi kondisi kita yang sangat memperihatinkan seperti sekarang ini, kiranya persatuan dan persaudaraan sangatlah diperlukan sebab dengan persatuan dan persaudaraan inilah para sahabat Rasulullah SAW dan para pendahulu kita dapat meraih kemengan dan keberhasilan maupun jumlah dan perbekalan mereka sangat sedikit. Demi menjaga persatuan dan persaudaraan, marilah kita hindari pertikaian dan permusuhan di antara sesama kita. Imam Ali berkata : “Sesungguhnya sesuatu yang hak dan benar akan menjadi lemah dan hancur karena perselisihan dan perpecahan, dan suatu yang bathil terkadang menjadi kuat dan menang, karena persatuan dan kesepakatan”.

Oleh sebab itu, mari kita ikuti perintah Allah dalam surat al-Qur’an :

Artinya: “Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS.8 al-Anfal :46).

Kita ikuti pula bimbingan Rasulullah SAW :

Artinya: “Janganlah kamu saling mendengki, mencela, dan menjatuhkan, janganlah saling membenci, dan bermusuhan serta janganlah saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain dan jadilah kalian para hamba Allah yang bersaudara”. (HR. Muslim).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih Jean untuk kesediaan Anda memberikan komentar